Pages

Senin, 21 Maret 2011

Deddy Corbuzier

0 komentar
Nama asli : Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo
Lahir : 28 Desember 1976, Jakarta, Indonesia.
Pekerjaan : Mentalist

Ketenarannya bukan hanya dilambungkan oleh profesinya sebagai pesulap, tapi juga berkat penampilannya dalam kancah dunia hiburan di Indonesia. Selain sering tampil dalam berbagai acara sulap dan talk show tentang sulap di berbagai stasiun televisi, ia juga pernah membintangi sejumlah iklan di televisi dan media cetak. Deddy pun sempat bermain dalam sejumlah sinetron sebagai bintang tamu. Ketenarannya terutama ditopang oleh kemahirannya dalam mempesona para penonton yang menyaksikan aksinya. Selain trik-trik sulap umum, Dedi juga kerap menyajikan pertunjukan sulap yang mengandung risiko tinggi.
Meskipun dikenal sebagai pesulap, ia sendiri lebih suka disebut "mentalist".

Pak Tarno

0 komentar
Nama asli: Sutarno
Aliran: Tradisional Magic

  Sutarno, 61, warga Cilincing, Jakarta Utara, yang dinobatkan sebagai The Master of Traditional Magic pada acara Duel All Star The Master yang ditayangkan stasiun televisi RCTI.
   Aksi panggungnya dengan gayanya yang alami tetapi sangat lucu, Pak Tarno, panggilan sehari-hari Sutarno, berhasil merebut perhatian penonton. Simsalabim pok-pok-pok dibuka jadi apa ya? Wah kosong, ulangi ah… Simsalabim dibuka jadi apa? wah masih kosong juga, pakai simsalabim kok nggak bisa ya..? ucapnya.
     Pesulap tradisional ini, lalu mengeluarkan mantra-mantra khusus berbahasa jawa kuno dan dilanjutkan dengan simsalabim dibuka jadi apa ya? Penonton pun tercengang karena tiba-tiba muncul burung. Pak Tarno juga pamer makan kertas dan langsung keluar jadi tali yang panjang dan setelah habis kertasnya keluar lagi rantai silet yang juga panjang sekali, kemudian keluar lagi kawat yang juga panjang.
    Bahkan Pak Tarno bisa melepas leher dari badannya dan menggoreng telur di atas kepalanya, dengan kompor berbahan bakar kayu. Sebelumnya tabung kompor ditunjukkan kepada penonton bahwa tabung berlubang dikedua sisinya itu kosong, lalu dia letakkan di atas kepalanya kemudian diberi kayu dan dibakar. Dia menggoreng telur hingga matang. Tepuk tangan penonton pun semakin semarak.
    Namun, Sutarno tiba-tiba mimiknya kecut ketika Master Deddy Corbuzier menyatakan Pak Tarno tidak layak tampil, padahal juri lainnya, memuji penampilan Pak Tarno, bahkan Joe Sandy merasa terharu karena teringat masa kecilnya.
     Seketika itu pula Deddy menyampaikan pengakuannya bahwa Pak Tarno tidak layak dipertandingkan karena Pak Tarno adalah The Master of Traditional Magic dan pada episode pertama The Master 3 tersebut, pesulap tradisional asal Brebes ini mendapat hadiah televisi agar dia dapat menonton The Master di rumahnya sendiri.
    Memang benar, Pak Tarno tidak memiliki televisi. Saat Pelita berkunjung ke rumah Pak Tarno, di Jalan Duku Timur, Kelurahan Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, di ruang tamunya hanya ada sebuah televisi kuno yang sudah tidak berfungsi.
Saya kalau mau nonton teve ya di rumah tetangga. Sekarang bisa nonton The Master di rumah sendiri. Rasanya seneng banget, nggak pernah kebayang saya bisa main sulap di televisi dan ketemu pesulap terkenal, kata Pak Tarno kepada Pelita.

Derren Brown

0 komentar
Nama asli : Derren Victor Brown

Lahir  : 27 -02-1971, Croydon, London, Inggris.
Pekerjaan : Magician
Magician  : Psycological Illusionist, Mentalist, Hypnotist

Ia ialah seorang mentalist no. 1 di dunia. Beliau dapat dikatakan pesulap yang unik diantara yang lain. Dan ini termasuk magician favourite saya.. Sangat luar biasa sekali deh..

Criss Angel

0 komentar
Nama asli : Christopher Nicholas Sarantakos

Lahir  : 19 Desember 1967, East Meadow, New York
Pekerjaan : Illusionist, escaptologyst, musician, hypnotist, aktor
Magcian    : Extreme Magic
     Christopher Nicholas Sarantakos (lahir 19 Desember 1967;dengan nama Criss Angel) adalah seorang pesulap dan ilusionis berkebangsaan Amerika Serikat. Ia juga seorang musisi, ahli meloloskan diri, dan pemain atraksi adegan berbahaya. Ia dikenal melalui sebuah acara TV yang dibawakan olehnya, acara tersebut berjudul Criss Angel Mindfreak. Ia adalah orang Amerika Serikat keturunan Yunani. Criss Angel dibesarkan di East Meadow, Long Island, New York.
    Criss Angel sempat menampilkan beberapa trik sulap yang cukup menggoncangkan publik beberapa waktu yang lalu. Salah satunya adalah trik berjalan di atas air yang cukup terkenal, bahkan sempat diadaptasi oleh Deddy Corbuzier ke dalam show-nya beberapa waktu yang lalu. Trik lain adalah levitasi (terbang melayang) dari satu bangunan ke bangunan lain, yang konon dikabarkan memakai bantuan jin dan ilmu hitam. Namun sebenarnya, semua hal yang dilakukan oleh Criss Angel ada trik yang sangat rasional dan logis.

David Blaine

0 komentar
    Nama asli : David Blaine White
    Lahir  : 4 April 1973, Brooklyn, New York, U.S
    Magician  : Close Up

David Blaine dianggap sebagai salah seorang magician yang pertama kali menyesuaikan diri dengan selera masa kini di era globalisasi. Ia tampil dengan gaya yang sangat santai dan membawa magic dari atas panggung “turun ke jalan” dengan melakukan street magic. Show yang ia bawakan tidak hanya terfokus pada sang magician semata, namun lebih kepada reaksi para penonton saat menyaksikan sebuah magic show berlangsung. Banyak orang yang mengatakan, “Blaine makes magic become ‘cool’ again”.

David Coperfield

0 komentar
 2. Nama Asli: David Seth Kotkin
     Lahir:  16 September 1956
     Aliran: Illusionist

   Aku tumbuh di New Jersey, terlahir dengan nama David Seth Kotkin, 16 September 1956. Ibuku pegawai asuransi dan ayahku memiliki toko pakaian untuk pria. Sebelum aku remaja, aku kira sungguh keren kalau aku bisa menjadi ahli berbicara dengan perut (ventriloquist).
    Jadi, aku pergi ke toko yang menjual perlengkapan untuk ventriloquist. Dan ternyata, toko itu juga menjual perlengkapan sulap. Akhirnya, aku tidak jadi membeli perlengkapan untuk ventriloquist. Aku malah beli perlengkapan sulap. Sejak saat itulah, aku belajar menjadi pesulap,” demikian papar David saat menceritakan bagaimana awalnya dia menjadi seorang ilusionis.
Dari cerita David, ada hal yang menarik. Tak semua ilusionis atau magician itu mengawali karier mereka lewat ketertarikan masa kecil. Ada pula yang tertarik karena kebetulan dan ketidaksengajaan. Namun, ketidaksengajaan itu justru membuahkan hasil yang tak pernah dia sangka sebelumnya. Setelah membeli perlengkapan sulap, David melupakan keinginan untuk menjadi ventriloquist.
     Dia justru lebih tertarik mempelajari seni sulap.Ternyata, dia begitu menikmati dan menemukan bahwa dia punya bakat untuk maju dalam dunia persulapan. Kecepatannya dalam menyerap pelajaran dan trik sulap yang dia pelajari sendiri, sangat memb a n t u nya dalam membangun karier awalnya. Pada usia 12 tahun, David sudah bisa memulai dan memiliki sendiri show tunggalnya.
     Saat itu banyak yang mengakui, kalau bocah itu memiliki bakat besar dan permainannya begitu cemerlang, tak kalah dari pesulap yang usianya sudah lebih matang. Empat tahun melakukan show tunggal dan terus melatih kepiawaiannya dalam sulap, bakat dan sepak terjang David menarik Society of American Magician (Masyarakat Pesulap Amerika).Dia lantas ditarik untuk masuk ke dalam lingkaran orang-orang pencinta seni ilusi dan manipulasi itu.
     Selain itu, ketika dia berusia 16 tahun, David telah mengajar mata kuliah sulap di New York University. Ini menjadikan dia sebagai orang termuda yang pernah mengajar di universitas. Mengajar dan asyik show tunggal tak membuat David tertarik dengan seni lain. Pria yang memakai nama panggung David Copperfield setelah terinspirasi dari novel klasik karya Charles Dickens yang ditulis pada 1850, itu tertarik saat ditawari tampil dalam drama musikal berjudul The Magic Man.
     Saat itu, David berusia 18 tahun. ”Saat ikut serta dalam drama musikal itu, aku harus melakukan pertunjukan sulap dan menyanyi. Makin lama durasi drama itu,makin lama pula aku memainkan sulap dan mereka ingin aku tidak banyak menyanyi.Aku rasa, aku tak berbakat menjadi penyanyi,”kenang David. Ketika show The Magic Man itu selesai, David meneruskan kuliahnya di Fordham University.
     Namun, dia menghadapi masalah. Setelah drama musikal itu habis masa tayangnya, dia menganggur. Dia tidak punya uang dan terpaksa mengandalkan kiriman dari ayahnya untuk menyambung hidup. Beruntung,nasib buruknya itu berubah setelah setahun tak punya tujuan hidup yang jelas. ”Ketika show itu selesai, aku terpaksa kelaparan selama setahun di New York. Ayahku mengirimi uang agar aku bisa membayar sewa apartemen. Setiap hari aku duduk di apartemenku, mempelajari dan memperbaiki keterampilan sulapku sembari mencari musik yang tepat untuk pertunjukanku.
    Aku mengetuk banyak pintu dan mengirim banyak rekaman video sulapku.Sampai suatu hari, aku ditelepon dan diminta menjadi host acara televisi. Saat itu aku baru berusia 19 tahun.Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar itu,”papar David. Showtelevisi pertamanya itu membawa David terbang ke Honolulu, Hawai, saat dia menjadi host acara sulap di Pagoda Hotel. Acara itu sukses dengan konsep penggabungan musik dengan sulap.Musiknya digarap Gershwin.
    Sementara di panggung,David terinspirasi dengan duet Gene Kelly dan Fred Astaire. ”Saat itu aku merasa sangat keren. Aku pakai kalung besar,jaket mengkilap,dan potongan rambut yang buruk,” cetus David, tertawa. Show itu ternyata sukses besar. David pun sadar kalau dia harus tetap mempertahankan rating dengan memberikan pertunjukan dan trik spesial kepada penonton dan penggemar setianya. ”Jadi, aku pakai saja jaket mengkilap itu dan mempertahankan potongan rambut
ku yang jelek, lantas aku hilangkan sebuah pesawat terbang,”urainya.

Harry Houdini

0 komentar

    Nama asli  : Enrich Weiss
    Lahir         : 24 Maret 1874, Budapest, Hungary
    Meninggal : 31 Oktober 1926, Detroit, Michigran, U.S

Dalam dunia sulap, Harry Houdini adalah legenda besar. Dedikasinya kerap dijadikan inspirasi oleh pesulap-pesulap yang ada di seluruh dunia. Keberaniannya melawan maut membuat decak kagum penerus-penerusnya.
   Pesulap yang akrab dengan borgol dan segala jenis rantai pengikat lainnya ini memang layak dikenang di kalangan magicians. Oleh karena itu, buku biografi bergambar ini merupakan sebuah bentuk penghormatan dari generasi pengikutnya untuk Houdini.
    Buku ini secara kronologis mengisahkan Houdini semenjak lahir di Budapest, Hungaria –pada tanggal 24 Maret 1874. Kemudian, mengupas sepak-terjang sang maestro Escapolgy (sebuah praktek ilusi ilmu sulap dalam meloloskan diri dari pengikat bagian-bagian tubuh atau halangan-halangan lain) dalam setiap stunts- dan feats performance sampai dengan detik-detik perjuangannya berhadapan dengan ajal.
   Kematiannya sungguh masih misteri sampai detik ini. Demikianlah kalau memang seorang tokoh mau dikenang sepanjang masa. Terlepas dari itu, kehidupan Houdini adalah kehidupan dunia sulap yang tak bisa dilupakan oleh para pesulap manapun. Sosoknya mewarnai momen-momen penting dalam belantara panggung persulapan dunia.